Monday, June 8, 2020

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

Laporan Kewirausahaan                                                                                  Medan,Juni 2020

  USAHA KUE KERING NAZLA COOKIES

(Medan, Sumatera Utara)

 

DosenPenanggungjawab:

Dr. AgusPurwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:

Meyrizkiana Wijaya Br Sitepu

191201041

HUT 2B

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020













KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini yang berjudul “Usaha Kue Kering Nazla Cookies” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama kepada dosen penanggungjawab bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.sebagai pembimbing sekaligus dosen pengampu, karena telah memberikan materi dengan baik dan benar.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi laporan ini akan sangat penulis hargai. Semoga laporan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

 

 

Medan,   Juni 2020

 

                                                                                                                                                Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

                                                                   Halaman

KATA PENGANTAR......................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................... ii

BAB I.PROFIL USAHA

1.1.Biodata Usaha....................................................................................... 1

1.2. Pendahuluan......................................................................................... 1

1.3.Latar BelakangUsaha............................................................................ 3

BAB II. URAIAN PRESTASI

2.1. Kesuksesan Dari Wirausaha................................................................ 4

BAB III. PENDEKATAN KREATIF

3.1. Strategi Dalam Berwirausaha.............................................................. 5

3.2. Inovasi Dalam Menghadapi Covid-19................................................ 6

BAB IV. PENUTUP

Kesimpulan................................................................................................ 7

Saran.......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN







 BAB I

PROFILE USAHA

1.1. Biodata Usaha

Nama Lengkap                 : Agustina Sri Utari Barus

Tempat / Tanggal Lahir    : Medan, 09 Agustus 1975

No Hp                              : 085370888348

Nama Usaha                     : Usaha Kue Kering Nazla Cookies

Berdirinya Usaha             : 2006

1.2.Pendahuluan

Dilihat dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha­. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung­ Adapun usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu­ Dengan demikian, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya (Kambali, 2011).

Esensi kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing­. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara berikut. A.Pengembangan teknologi baru (developing new technology)­ b­ Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)­ c­ Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)­ d­ Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)­ (Rusdiana, 2014).

Kata wirausaha adalah entrepreneur. Entre berarti antara, prendre berarti mengambil. Kata ini pada dasarnya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani mengambil resiko dan memulai sesuatu yang baru. Pemilik modal tidak menanggung resiko apapun sedangkan si pedagang yang berlayar menanggung resiko besar. Seorang entrepreneur disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan (Ananda, 2016)

Di dunia modern, wirausahawan adalah orang yang memulai dan mengerjakan usahanya sendiri, mengorganisasi dan membangun perusahaan sejak revolusi industri­ Orang-orang yang memulai usaha sendiri bisa mendapatkan manfaat dari studi mengenai karakteristik kewirausahaan (Rusdiana, 2014).

Wirausahawan yang berhasil, salah satu kuncinya memiliki kepribadian yang unggul. Kepribadian tersebut kadangkala membedakannya dari kebanyakan orang. Gambaran ideal seorang wirausahawan adalah orang yang dalam keadaan bagaimanapun daruratnya, tetap mampu berdiri atas kemampuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan yang dihadapi, termasuk mengatasi kemiskinan tanpa bantuan siapapun. Bahkan dalam keadaan yang biasa (tidak darurat), mampu menjadikan dirinya maju, kaya, berhasil lahir dan bathin. Oleh karena itu, hendaknya siswa SMK memiliki potensi kepribadian wirausaha agar kelak mampu mandiri, menolong dirinya sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup, bahkan mampu membuka peluang kerja bagi dirinya dan orang lain (Aprilianty, 2012).

Menjadi wirausahawan memang tidak mudah sebagaimana kita mengucapkannya­ Dengan menjadi pembelajar kewirausahaan, setidaknya terbantu untuk memperoleh modal awal mengenal kewirausahaan beserta seluruh aspeknya, yang dapat dijadikan dasar untuk memilih kewirausahaan sebagai alternatif karier masa depan­ Tidak dapat dimungkiri bahwa inti proses kehidupan adalah pembelajaran diri secara berkelanjutan­ Oleh karena itu, pembelajar kewirausahaan tidak berhenti belajar sekadar mengetahui kewirausahaan, tetapi perlu ditindaklanjuti untuk belajar menerapkan hal-hal yang dipelajari mengenai kewirausahaan, pada akhirnya dapat belajar menjadi wirausahawan yang unggul. Setiap orang telah dibekali berbagai potensi yang berbeda-beda oleh Tuhan. Salah satu penemuan terpenting pada diri sesorang adalah ketika ia mampu menemukan potensi dirinya sendiri yang dapat ditumbuh kembangkan menjadi potensi unggulan untuk mencapai kesuksesan yang akan dicapai di dalam kehidupan (Rusdiana, 2014).

 

1.3.Latar Belakang Usaha

Latar belakang didirikannya usaha ini ialah usaha yang bermula sejak 2006 yang merupakan usaha keluarga Ibu Agustina. Pada saat itu Ibu Agustina yang bekerja hanya sebagai penjual kuenya saja. Ia mengambil kue yang sudah jadi dari kakak ipar Ibu Agustina.

Tetapi dikarenakan kakak ipar Ibu Agustina sakit dan tidak bisa membuat kue sendiri maka Ibu Agustina lah yang melanjutkan usaha kakak iparnya tersebut. Ibu Agustina merasa saying jika tidak melanjutkannya dikarenakan pelanggan yang sudah cukup banyak dan mengetahui bagaimana kualitas dari kue yang dijualnya. Maka dari itu Ibu Agustina memulai membuat kue kering sendiri.

Ibu Agustina membuat kue di rumahnya dengan bantuan anak-anaknya. Dua orang putri yang sudah dewasa membuatnya terbantu. Dengan fasilitas yang sudah memadai maka proses pembuatan kue semakin cepat terselesaikan.

Menurut beliau pembuata kue kering ini bisa cukup mudah. Karena usahanya sudah dijalankannya cukup lama. Jadi ia sudah berpengalaman dengan apa yang dibuatnya dan tidak merasa takut akan kegagalan lagi.

Mereka membuat kue dari pagi dan sampai sore. Jika pesanan membludak mereka bisa membuatnya sampai malam. Ketika ditanya mengapa beliau tidak memakai karyawan alasannya adalah karena ada anak-anaknya yang membantu. Ia tidak takut jika pesanan tidak terselesaikan.

Keuletan Ibu Agustina bisa membuahkan hasil yang tak terduga hingga sekarang. Kini usaha kering mereka sudah dikenal banyak orang. Mereka bersyukur masih ada banyak orang yang mempercayai usaha mereka. Banyak para pelanggan yang tidak mau berpindah tempat dan tetap memesan kue kering ini di tempat Ibu Agustina.

Penamaan usaha kue kering Ibu Agustina tidak memakai namanya sendiri. Tetapi nama yang digunakannya adalah nama anaknya yang pertama yaitu Nazla. Dia yakin walaupun tidak dibuat dengan namanya, dia yakin pasti usahanya akan berkembang dengan perkembangan zaman.






BAB II

URAIAN PRESTASI

2.1.Kesuksesan Dari Narasumber

Kesuksesan dalam berwirausaha juga diartikan sebagai prestasi, prestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan menguasai, mengatur lingkungan social ataufisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau mempengaruhi orang lain. Sedangkan motivasi berprestasi itu sendiri merupakan motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilanya itu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain (Kasali, 2010).

Sebenarnya usaha Ibu Agustina dapat dikatakan usaha tahunan. Tetapi jika ada yang pesan Ibu Agustina tidak sungkan untuk membuatkan kue miliknya. Mereka mempunyai periode tahunan sebanyak dua kali yaitu pada Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Natal.

Keuntungan yang didapatkan Ibu Agustina pada Hari Raya Idul Fitri sebesar Rp 10.000.000 dan begitu juga pada Hari Raya Natal. Ibu Agustina mendapat pesanan kurang lebih 130 lusin.

Kue yang di jual adalah kue nastar, putri salju, castangel, emping coklat, skypi, kompleks, dahlia, bangkit, kacang, coklat keju, choco brownie cookies, good time, cornflake cookies, sagu, strawberry cheese, dan nastar abon.

Harga penjualan dari masing-masing kue berbeda-beda. Tergantung pada bahan-bahan yang digunakan. Jika kue yang menggunakan banyak material otomatis harga yang dijual pun cukup mahal. Tetapi kue dari Ibu Agustina ini terbilang cukup terjangkau.

Dia tidak menyangka bahwa usaha kue keringnya ini sudah mencapai tingkat tinggi. Banyak keuntungan yang di dapat dari kue kering ini. Berkat kerja keras, doa, dukungan, dan usahanyalah sehingga dia bisa membuat kue kering yang enak dan banyak di minati banyak orang. Dia sangat bersyukur atas pencapaiannya ini.






BAB III

PENDEKATAN KREATIF

3.1. Strategi  Dalam Berwirausaha

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yaitu mempertahankan kelangsungan hidup untuk berkembang dan mendapatkan laba. Pemasaran juga merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk itu kegiatan pemasaran harus dapat memberikan kepuasan konsumen jika perusahaan tersebut menginginkan usahanya tetap berjalan terus atau menginginkan konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Kotler, 2010).

Pemasaran terjadi dimana- mana dan hamper setiap saat kegiatan yang dilakukan orang setiap hari adalah kegiatan yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran. Pemasaran sering diasosiasikan dengan penjualan,periklanan, dan aktivitas bisnis terkait dengan produk yang dihasilkan namun secara formal pemasaran adalah sebuah aktivitas, lembaga dan proses untukmenghasilkan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan menukarkan penawaran yang memiliki nilai ke pada pelanggan, klien, patner, dan masyarakat secara luas (Elliot, 2014­).

Beberapa strategi yang dapat dilakukan para wirausaha untuk mencapai keunggulan bersaing dalam pemasaran antara lain: Strategi Penetrasi Pasar, Strategi Peng-embangan Produk, dan Strategi Segmentasi Pasar. Strategi Penetrasi Pasar adalah usaha meningkatkan penjualan dari produk yang sama dan dalam pasar yang sekarang melalui peningkatan usaha penjualan dan periklanan. Strategi Pengembangan Pasar adalah usaha meningkatkan penjualan dengan memperkenalkan produk atau jasa yang sama kepada pasar atau segmen yang baru (Suryana, 2011).

             

3.2. Inovasi Dalam Menghadapi Covid-19

Pandemi Covid-19 ini berdampak pada semua sektor ekonomi, termasuk usaha makanan tak terkecuali kue kering. Saat ini banyak pelaku makanan yang mengeluhkan penurunan omzetyang cukup signifikan. Dalam kondisi sekarang ini pelaku  usaha di tuntut untuk kreatif dan inovatif untuk tetap mempertahankan usahanya. Pelaku usaha harus bisa menangkap peluang sekecil apapun yang hadir untuk di transformasikan menjadi ide strategi bisnis. Inovasi harus dilakukan mulai dari sisi produksi sampai dengan pemasaran.

Inovasi juga bisa dilakukan dengan menghadirkan jenis kue kering yang baru. Misalnya dengan membuat namadan bentuk kue semenarik mungkin. Sehingga para pelanggan/pembeli lebih tertarik membeli kue kering. Itu salah satu menjadi magnet/penarik untuk menarik minat masyarakat agar tetap membeli kue kering lebaran walaupun berada di tengah pandemi.

Manfaatkan media social sebagai chanel utama pemasaran. Media social merupakan salah satu cara dalam mempromosikan produk. Inoasi bisa dilakukan dengan memberikan promo atau discount jika membeli kue-kue kering yang banyak dengan cara mempromosikannya melaui facebook, instagram, dan lain-lain. Hal itu bisa dimanfaatkan utuk menarik daya beli pembeli. Meletakkan di tok-toko roti juga merupakan salah satu inovasi yang bisa dilakukan.

Walaupun pendapatan juga kurang harus tetap  melakukan penjualan. Yang harus diyakini adalah rezeki antara penjual satu dengan lainnya tiak akan tertukar. Jadi harus tetap berjualan. Patokannya adalah bagaimana eksistensi penjual di mata masyarakat. Maka dari itu penjual harus meningkatkan kualitas produk agar tetap terjaga dan terpercaya.

Lalu hal yang bisa juga dilakukan adalah jangan panik akan kadaan seperti sekarang ini sehingga membuat para penjual berhenti menjualkan kue-kue kering miliknya. Jika kepanikan terjadi bukan kue terjualkan tetpi kue-kue kita tidak laku. Maka dari itu hadapi pandemi covid-19 ini dengan tenang dan berdoa terus kepada Allah semoga pandemi ini dapat segera berakhir.






 BAB IV

PENUTUP

 

Kesimpulan

1.    Kewirausahaan berasal dari istilah entrepeneurship yang sebenarnya berasal dari kata entrepreneur yang artinya suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

2.    Nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara berikut. a Pengembangan teknologi baru (developing new technology)­ b­ Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)­ c­ Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)­ d­ Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)

3.    Beberapa strategi yang dapat dilakukan para wirausaha untuk mencapai keunggulan bersaing dalam pemasaran antara lain: Strategi Penetrasi Pasar, Strategi Pengembangan Produk, dan Strategi Segmentasi Pasar.

4.    Kesuksesan dalam berwirausaha juga diartikan sebagai prestasi, prestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan menguasai, mengatur lingkungan social ataufisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau mempengaruhi orang lain.

5.    motivasi berprestasi itu sendiri merupakan motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilanya itu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain

Saran

Sebaiknya mahasiswa lebih detail lagi dalam mewawancarai narasumber. Mahasiswa juga harus mewawancarai ketika narasumber tidak sibuk dan sebaiknya mahasiswa menjaga tutur kata agar tidak menyakiti hati narasumber.

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Ananda, Rusydi dan Tien Rafida. 2016. Pengantar Kewirausahaan. Medan : Perdana Mulya

Aprilianty, Eka. 2012. Pengaruh Kepribadian Wirausaha. Jurnal Pendidikan. 2 (3) : 311-324

Eliot, Greg. 2014. Marketing 3rd Edition. Australia: Jhon Wiley & son.

Kambali, Imam. 2011. Kewirausahaan. Bandung : Politeknik Pos Indonesia

Kasali, Rhenald. 2010. Modul Kewirausahaan. PT. MizanPublika.

Kotler, Philip. 2010. Marketing 3.0: From Products to Custumer to the Human Spirit. John Willey & Son.

Rusdiana, A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktik.. Bandung : Pustaka Setia

Suryana, dan Bayu. 2011. PendekatanKarakteristikWirausahawamSukses. Jakarta: kencana






LAMPIRAN

 1. Kue Castangel 

 

           

2. Kue Bangkit


3. Kue Strawberry Cheese


4. Kue Nastar Abon


5. Kue Nastar


                                                                      

     


23 comments:

  1. Terimakasih
    Sangat bermanfaat dan memotivasi

    ReplyDelete
  2. Terimakasiy atas informasinya kak

    ReplyDelete
  3. Mantap Mey, Setelah susah payah hasilnya keren

    ReplyDelete
  4. enak keknya kue nastar abon tu🤤

    ReplyDelete
  5. keren sangat bermanfaat tetap semangat yaa

    ReplyDelete
  6. Mantap Mey, informasinya menarik

    ReplyDelete
  7. Mantap kk luar biasa,infonya menarik dan unik

    ReplyDelete
  8. Bisa di jadikan olshop juga tuh, baguss👍
    Ayo, munculkan inovasi terbaru ya kue nya✌️

    ReplyDelete
  9. Mantap, keliatannya Lezatt :D

    ReplyDelete

PAPER EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                                                     Medan,     Mei     2021 ...