Sunday, May 30, 2021

PAPER EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                                           Medan,   Mei   2021

ANALISIS POTENSI HABITAT DAN KORIDOR HARIMAU SUMATERA DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT BATABUH, KABUPATEN KUANTAN SINGINGI, PROVINSI RIAU

Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:

Meyrizkiana Wijaya Br Sitepu

191201041

HUT 4B

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021






BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) merupakan satu diantara enam subspesies harimau (Panthera Tigris) yang ada di dunia dan masih bertahan hidup. Keberadaan satwa ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera. Panthera tigris sumatrae merupakan subspesies Panthera tigris yang tersisa di Indonesia. Harimau Sumatera berperan besar dalam menjaga ekosistem hutan, karena merupakan predator utama dalam rantai makanan (food chains) yang dapat menjaga keseimbangan populasi mangsa liar yang ada di bawahnya. Selain itu Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah dan diatur oleh undang undang. Satwa ini termasuk satwa kritis dan terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah oleh lembaga konservasi dunia (International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia no.5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Dephut, 2007).

Harimau Sumatera memiliki karakteristik yaitu bersifat kriptif/menyamar dengan ciri khas loreng kuning keemasan dan garis hitam, bersifat elusive/sukar dipahami lebih cenderung menghidar dari perjumpaan langsung dengan manusia, bersifat memiliki kepadatan populasi rendah yang tergantung dengan kelimpahan mangsa, perilaku soliter dan daerah jelajah luas, bersifat tegantung satwa dan mangsanya yaitu (rusa, babi, kijang, atau jenis ungulata), bersifat memiliki daerah jelajah yang luas (home range) tergantung dari jenis umur dan jenis kelamin dan memiliki sifat teritorial yaitu daerah kekuasaan untuk bertahan hidup dan berkembang biak dengan luas minimal 15-20 Km² (Haidir dkk., 2017).

Habitat alami harimau Sumatera adalah di alam bebas, sepanjang tersedia cukup mangsa dan sumber air, serta terhindar dari berbagai ancaman potensial. Di habitat aslinya, harimau Sumatera terdapat di hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan, dengan ketinggian antara 0 – 3.000 meter di atas permukaan laut. Harimau Sumatera memerlukan tiga kebutuhan dasar yaitu ketersediaan hewan mangsa yang cukup, sumber air, dan tutupan vegetasi yang rapat untuk tempat menyergap mangsa. Harimau merupakan satwa yang soliter, jarang dijumpai berpasangan, kecuali pada harimau betina beserta anak-anaknya. Harimau dapat berkomunikasi melalui bau-bauan dan suara. Harimau mempunyai indra penciuman yang kuat dan seringkali meninggalkan tanda berupa urin dengan bau yang khas. Tanda tersebut berfungsi sebagai penanda jalan, penanda wilayah kekuasaan atau sebagai alat komunikasi informasi yang lebih spesifik seperti identitas individu, periode waktu individu harimau lewat pada areal tertentu, dan penanda estrus pada harimau betina (Ganesa dan Aunorohim, 2012).

Harimau Sumatera merupakan sub spesies dengan ukuran tubuh rata-rata terkecil di antara subspesies harimau yang ada saat ini. Harimau sumatera jantan memiliki rata-rata panjang darikepala hingga ekor 240 cm dan berat 120 kg. Sedangkan betina memiliki rata-rata panjang darikepala hingga ekor 220 cm dan berat 90 kg. Harimau sumatra hanya dijumpai di pulauSumatera, terutama di hutan-hutan dataran rendah sampai dengan pegunungan. Wilayah penyebarannya pada ketinggian 2.000 m dpl tetapi kadang-kadang jugasampai ketinggian lebih dari 2.400 m dpl . Satwa predator ini setiap hariharus mengkonsumsi 5-6 kg daging yang sebagian besar (75%) terdiri atas hewan-hewanmangsa dari golongan rusa (Dephut, 2007).

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Populasi dari Harimau Sumatera?
  2. Bagaimana Pengelolaan Habitat dari Harimau Sumatera?
  3. Bagaimana Potensi Ekonomi dari Harimau Sumatera?

1.3 Tujuan

  1. Untuk Mengetahui Populasi dari Harimau Sumatera
  2. Untuk Mengetahui Pengelolaan Habitat dari Harimau Sumatera
  3. Untuk Mengetahui Potensi Ekonomi dari Harimau Sumatera

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

2.1 Populasi Harimau Sumatera

Harimau Sumatera merupakan salah satu dari Sembilan subspecies yang ada di dunia. DiIndonesia, Harimau Sumatera yang masih bertahan hidup, setelah Harimau Jawa dan Harimau Bali dinyatakan punah pada tahun 1980an dan 1940an. Dalam struktur piramida makanan, Harimau Sumatera merupakan top predator pada posisi puncak piramida. Kondisi tersebut keberadaannya sangat rentan terhadap kepunahan dibandingkan jenis satwa lainnya. Keberadaan Harimau Sumatera dari tanda-tanda bekasnya dapat di jumpai habitat hutan dataran rendah, perbukitan dan pegunungan  (Adnan, 2016).

Harimau Sumatera dapat ditemui keberadaannya di hutan sekunder Taman Nasional Tesso Niladan Hutan Tanaman Industri (HTI), dan tidak ditemukan di perkebunan Kelapa Sawit karena aktifitas manusua yang lebih tinggi. Sedangkan populasi satwa mangsanya di temukan di 3 (tiga) habitat tersebut. Taman Nasional Way Kambas memiliki tipe habitat hutan daratan rendah, hutan rawa danhutan bekas terbakar (padang alang-alang). Keberadaan Harimau Sumatera dan satwa mangsadi temukan di 3 (tiga) habitat tersebut  (Sumitran, 2013).

Populasi Harimau Sumatera di Taman Nasional Batang Gadis sagat rendah, sedangkan satwa mangsa seperti babi dan rusa melimpah. Hal ini diperlukan pengaturan jumlah populasi, jika tidak dilakukan pengaturan akan sangat rentan terjadi ledakan populasi pada satwa mangsa yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan potensi terjadinya konflik dengan lahan pertanian masyarakat yang berada di sekitar hutan. Kesesuaian habitat Harimau Sumatera di Taman Nasioal Bukit Barisan Selatan di pengaruhi menggunakan teknologi pengindaraan jauh dan hasil survey lapangan yang dihubungkan dengan faktor manusia dan lingkungan. Faktor manusia sangat dipengaruhi oleh jarak dari tepian area deforestasi dan faktor lingkungan di pengaruhi oleh jumlah satwa mangsa Harimau Sumatera (Kuswanda dkk., 2010)

Jumlah populasi Harimau Suatera di alam yang pasti dengan metode ilmiah masih terus dilakukan kajian oleh para pihak. Dokumen SRAKHS menunjukan hasil penelitian bahwa estimasi Harimau Sumatera dalam pengelolaan in situ sekitar 400 ekor, pengelolaa ex situ yaitu terdapat 127 ekor di Lembaga Konservasi Dalam Negeri dan 244 ekor di Lembaga Konservasi tersebar di seluruh dunia. Dalam rangka pemantauan populasi harimau yang dilakukan secara berkelanjutan,menggunakan metode penelitian secara ilmiah, dapat digunakan oleh seluruh pihak yang konsentrasi dalam konservasi Harimau Sumatera dan menggunakan metode yang telah digunakan di seluruh negara yang memiliki Harimau. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerbitkan panduan dalam pemantauan dan analisis populasi Harimau Sumatera yang terstruktur (Haidir dkk, 2017)

2.2 Pengelolaan Habitat Harimau Sumatera

            Harimau sumatera tergolong pada salah satu hewan yang mampu bertahan hidup dimana pun. Kemampuan adaptasi yang hebat dilengkapi dengan sifat buasnya yang sangat pandai dan cerdas untuk menjadi predator membuat harimau mampu untuk hidup baik di dataran tinggi, hutan pegunungan ataupun hutan liar yang tidak terlindungi. Adapun untuk habitat yang baik untuk harimau sumatera yaitu habitat dimana tempat tersebut memiliki pasukan makanan yang memadai, cukup akan air, udara dan sinar matahari. Pada umumnya kawasan hutan yang sangat cocok untuk harimau sumatera ini adalah hutan dengan ketinggian dari 0 hingga 2000 meter di atas permukaan laut (dpl) (Suyadi, 2012).

Pada alam liar atau hutan harimau sumatera cenderung untuk mengklaim area teritori mereka masing masing, masing masing wilayah teritorinya tersebut sangat berkaitan dengan kenyamananya untuk bersarang. Biasanya masing-masing harimau sumatera menandai wilayah teritorinya dengan tanda cakaran miliknya dan bau urin serta feses mereka. Untuk jenis habitat khusus yang dicintai oleh harimau sumatera, biasanya harimau sumatera menyukai hutan jenis hutan hujan tropis, hutan rawa, hutan bersungai, semak belukar, padang rumput, hingga alang-alang. Habitat hutan tersebut diperlukannya untuk perlindungan dirinya dan gerombolannya, sekaligus untuk kenyamanannya dalam berkembang biak. Harimau sumatra hanya dijumpai di pulau Sumatera, terutama di hutan-hutan dataran rendah sampai dengan pegunungan. Wilayah penyebarannya pada ketinggian 0- 2.000 m dpl tetapi kadang-kadang juga sampai ketinggian lebih dari 2.400 m dpl (Yultisman, 2019).

2.3 Potensi Dari Harimau Sumatera

           Harimau adalah salah satu spesies yang berperan besar membantu kelangsungan ekosistem hutan. Bukan sekadar hewan eksotik yang tinggal di hutan, harimau memiliki peran penting bagi kesehatan dan keanekaragaman hayati di hutan. Harimau termasuk apex predator atau pemangsa tingkat satu dalam rantai makanan. Si kucing terbesar ini berperan dalam menjaga populasi hewan herbivora atau omnivora yang dimangsanya tetap stabil, hewan ini misalnya adalah rusa atau babi hutan. Seperti keberadaan apex predator atau pemangsa tingkat atas lainnya, keberadaan harimau juga menandakan sebuah ekosistem merupakan ekosistem yang sehat (Putra, 2011).

      Harimau merupakan salah satu predator utama yang mengartikan jika harimau juga akan membangun ekosistem di tempat mereka tinggal. Harimau akan memangsa hewan herbivora atau pemakan tanaman yang sekaligus juga mencegah kerusakan hutan. Jika hariamu tidak ada, maka hewan herbivora akan berkembangbiak tanpa kendali yang artinya akan merusak tanaman dalam hutan. Untuk itulah, harimau juga memiliki andil untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus ada juga manfaat hewan untuk manusia dalam hal ini adalah harimau (Olviana, 2011).

            Keberadaan harimau juga secara tidak langsung memiliki manfaat untuk hutan. Karena harimau sudah terancam punah, maka pemerintah juga akan membantu untuk melindungi hutan sebagai tempat tinggal tersebut. Pohon dan tanaman tempat dimana harimau tinggal akan menyerap karbondioksida sehingga juga berkontribusi terhadap pengurangan pemanasan global. Melindungi lanskap harimau berarti juga melindungi hutan yang sangat penting untuk mengurangi karbondioksida sekaligus menghasilkan oksigen (Irawan, 2014).

            Dengan menyelamatkan harimau, sebenarnya secara tidak langsung kita juga membantu dalam menyelamatkan ekosistem dan juga habitat hutan yang sangat besar. Sebagai predator puncak pada rantai makanan di habitatnya, maka jika populasi harimau terus menurun, maka kestabilan rantai makanan juga akan ikut terganggu dan akhirnya perubahan ekosistem akan terjadi. Untuk itulah menjaga harimau agar tidak punah menjadi hal penting untuk dilakukan agar keadaan hutan bisa selalu terjaga dan juga seimbang dimana harimau juga akan membantu terjaganya kesehatan dari sistem ekologi dan menjaga manfaat rantai makanan dalam ekosistem. Apabila harimau sampai punah, maka salah satu bagian dari rantai makanan akan punah dan ekosistem pada hutan juga ikut terganggu (Imamsyah, 2015).

            Beberapa bagian tubuhnya yang sangat bisa digunakan sebagai perhiasan seperti khasiat taring harimau asli. Kuku dan taring dari harimau bisa digunakan baik untuk perhiasan yang bisa dipakai seperti liontin dan juga bisa dijadikan hiasan atau pajangan dalam rumah karena bentuknya yang memang sangat indah. Harimau yang merupakan hewan dilindungi ini semakin banyak diburu dan terancam punah adalah karena banyak orang yang ingin memiliki bagian kulit harimau. Kulit harimau tersebut seringkali digunakan untuk banyak kebutuhan mulai dari pembuatan mantel, karpet, tas dan berbagai kebutuhan komersil manusia lainnya seperti manfaat bulu domba. Bagian dari harimau juga bisa dijadikan sebagai pengobatan dan salah satunya adalah tulang harimau yang dianggap bisa mengobati berbagai macam penyakit (Ramadhanthy, 2018)






BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1.     Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) merupakan satu diantara enam subspesies harimau (Panthera Tigris) yang ada di dunia dan masih bertahan hidup.

2.     Harimau Sumatera memiliki karakteristik yaitu bersifat kriptif/menyamar dengan ciri khas loreng kuning keemasan dan garis hitam, bersifat elusive/sukar dipahami lebih cenderung menghidar dari perjumpaan langsung dengan manusia

3.     Harimau Sumatera dapat ditemui keberadaannya di hutan sekunder Taman Nasional Tesso Niladan Hutan Tanaman Industri (HTI), dan tidak ditemukan di perkebunan Kelapa Sawit

4.     Habitat yang baik untuk Harimau Sumatera yaitu habitat dimana tempat tersebut memiliki pasukan makanan yang memadai, cukup akan air, udara dan sinar matahari.

5.  Potensi dari Harimau Sumatera antara lain sebagai predator utama, melindungi hutan, menjaga ekosistem, sebagai puncak rantai makanan, sebagai perhiasan, dan untuk pakaian.

Saran

        Sebaiknya untuk menjaga Harimau Sumatera harus tetap dilestarikan agar tidak punah tidak dilakukannya pemburuan liar, tidak merusak habitat asli Harimau Sumatera dan lainnya.






DAFTAR PUSTAKA

Adnan, A. 2016. Prediksi Kehadiran dan Koridor Harimau Sumatera (Panthera tigrissumatrae) di Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera. UGM. Yogyakarta

Direktorat Perlidungan Hutan dan Pelestarian Alam. 2007. Strategi Konservasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Departemen Kehutanan Republik Indonesia

Ganesa A dan Aunurohim. 2012. Perilaku Harian Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam konservasi ex-situ Kebun Binatang Surabaya. Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1) : 48-53

Haidir, dkk. 2017. Panduan Pemantauan Populasi Harimau Sumatera. Direktorat Keanekaragaman Hayati. DITJEN KSDAE – KLHK. Jakarta

Imansyah, dkk., 2015. Prosiding Lokakarya Strategi Konservasi Jenis Terancam Punah Sumatera 2015-2020. KEHATI/TFCA-Sumatera, Jakarta.

Irawan RE. 2014. Motif Perburuan Harimau Sumatera pada Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga puluh, Kabupaten Indragirihulu.UNRI. Riau

Kuswanda W. dkk, 2010. Pengelolaan Populasi Mamalia Besar Terestrial di Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7(1) : 59-74

Olviana EA. 2011. Pendugaan Populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) Menggunakan Kamera Jebakan di Taman Nasional Berbak.IPB. Bogor

Putra AE. 2011. Kajian Musim Kawin Harimau Sumatera pada Lembaga Konservasi di Indonesia. IPB. Bogor

Ramadhanthy S. 2018. Peran World Wide Fund dalam Menanggulangi Perdagangan Illegal Harimau Sumatera di Riau. Jurnal of International Relations, 4(2) : 155-164.

Sumitran R. dkk. 2013. Keberadaan Harimau Sumatera dan Satwa Mangsanya di Berbagai Tipe Habitat pada Taman Nasional Tesso Nila. Universitas Riau. Pekanbaru

Suyadi, dkk, 2012. Model Spasial Kesesuaian Habitat Harimau Sumatera (Panthera tigrissumatrae) di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jurnal Berita Biologi, 11(1) : 93-104

Yultisman, dkk. 2019. Konservasi Ex Situ Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) diTaman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa, 9(1). 29-36


Monday, June 8, 2020

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

Laporan Kewirausahaan                                                                                  Medan,Juni 2020

  USAHA KUE KERING NAZLA COOKIES

(Medan, Sumatera Utara)

 

DosenPenanggungjawab:

Dr. AgusPurwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:

Meyrizkiana Wijaya Br Sitepu

191201041

HUT 2B

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020













KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini yang berjudul “Usaha Kue Kering Nazla Cookies” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama kepada dosen penanggungjawab bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.sebagai pembimbing sekaligus dosen pengampu, karena telah memberikan materi dengan baik dan benar.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi laporan ini akan sangat penulis hargai. Semoga laporan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

 

 

Medan,   Juni 2020

 

                                                                                                                                                Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

                                                                   Halaman

KATA PENGANTAR......................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................... ii

BAB I.PROFIL USAHA

1.1.Biodata Usaha....................................................................................... 1

1.2. Pendahuluan......................................................................................... 1

1.3.Latar BelakangUsaha............................................................................ 3

BAB II. URAIAN PRESTASI

2.1. Kesuksesan Dari Wirausaha................................................................ 4

BAB III. PENDEKATAN KREATIF

3.1. Strategi Dalam Berwirausaha.............................................................. 5

3.2. Inovasi Dalam Menghadapi Covid-19................................................ 6

BAB IV. PENUTUP

Kesimpulan................................................................................................ 7

Saran.......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN







 BAB I

PROFILE USAHA

1.1. Biodata Usaha

Nama Lengkap                 : Agustina Sri Utari Barus

Tempat / Tanggal Lahir    : Medan, 09 Agustus 1975

No Hp                              : 085370888348

Nama Usaha                     : Usaha Kue Kering Nazla Cookies

Berdirinya Usaha             : 2006

1.2.Pendahuluan

Dilihat dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha­. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung­ Adapun usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu­ Dengan demikian, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya (Kambali, 2011).

Esensi kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing­. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara berikut. A.Pengembangan teknologi baru (developing new technology)­ b­ Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)­ c­ Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)­ d­ Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)­ (Rusdiana, 2014).

Kata wirausaha adalah entrepreneur. Entre berarti antara, prendre berarti mengambil. Kata ini pada dasarnya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani mengambil resiko dan memulai sesuatu yang baru. Pemilik modal tidak menanggung resiko apapun sedangkan si pedagang yang berlayar menanggung resiko besar. Seorang entrepreneur disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan (Ananda, 2016)

Di dunia modern, wirausahawan adalah orang yang memulai dan mengerjakan usahanya sendiri, mengorganisasi dan membangun perusahaan sejak revolusi industri­ Orang-orang yang memulai usaha sendiri bisa mendapatkan manfaat dari studi mengenai karakteristik kewirausahaan (Rusdiana, 2014).

Wirausahawan yang berhasil, salah satu kuncinya memiliki kepribadian yang unggul. Kepribadian tersebut kadangkala membedakannya dari kebanyakan orang. Gambaran ideal seorang wirausahawan adalah orang yang dalam keadaan bagaimanapun daruratnya, tetap mampu berdiri atas kemampuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan yang dihadapi, termasuk mengatasi kemiskinan tanpa bantuan siapapun. Bahkan dalam keadaan yang biasa (tidak darurat), mampu menjadikan dirinya maju, kaya, berhasil lahir dan bathin. Oleh karena itu, hendaknya siswa SMK memiliki potensi kepribadian wirausaha agar kelak mampu mandiri, menolong dirinya sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup, bahkan mampu membuka peluang kerja bagi dirinya dan orang lain (Aprilianty, 2012).

Menjadi wirausahawan memang tidak mudah sebagaimana kita mengucapkannya­ Dengan menjadi pembelajar kewirausahaan, setidaknya terbantu untuk memperoleh modal awal mengenal kewirausahaan beserta seluruh aspeknya, yang dapat dijadikan dasar untuk memilih kewirausahaan sebagai alternatif karier masa depan­ Tidak dapat dimungkiri bahwa inti proses kehidupan adalah pembelajaran diri secara berkelanjutan­ Oleh karena itu, pembelajar kewirausahaan tidak berhenti belajar sekadar mengetahui kewirausahaan, tetapi perlu ditindaklanjuti untuk belajar menerapkan hal-hal yang dipelajari mengenai kewirausahaan, pada akhirnya dapat belajar menjadi wirausahawan yang unggul. Setiap orang telah dibekali berbagai potensi yang berbeda-beda oleh Tuhan. Salah satu penemuan terpenting pada diri sesorang adalah ketika ia mampu menemukan potensi dirinya sendiri yang dapat ditumbuh kembangkan menjadi potensi unggulan untuk mencapai kesuksesan yang akan dicapai di dalam kehidupan (Rusdiana, 2014).

 

1.3.Latar Belakang Usaha

Latar belakang didirikannya usaha ini ialah usaha yang bermula sejak 2006 yang merupakan usaha keluarga Ibu Agustina. Pada saat itu Ibu Agustina yang bekerja hanya sebagai penjual kuenya saja. Ia mengambil kue yang sudah jadi dari kakak ipar Ibu Agustina.

Tetapi dikarenakan kakak ipar Ibu Agustina sakit dan tidak bisa membuat kue sendiri maka Ibu Agustina lah yang melanjutkan usaha kakak iparnya tersebut. Ibu Agustina merasa saying jika tidak melanjutkannya dikarenakan pelanggan yang sudah cukup banyak dan mengetahui bagaimana kualitas dari kue yang dijualnya. Maka dari itu Ibu Agustina memulai membuat kue kering sendiri.

Ibu Agustina membuat kue di rumahnya dengan bantuan anak-anaknya. Dua orang putri yang sudah dewasa membuatnya terbantu. Dengan fasilitas yang sudah memadai maka proses pembuatan kue semakin cepat terselesaikan.

Menurut beliau pembuata kue kering ini bisa cukup mudah. Karena usahanya sudah dijalankannya cukup lama. Jadi ia sudah berpengalaman dengan apa yang dibuatnya dan tidak merasa takut akan kegagalan lagi.

Mereka membuat kue dari pagi dan sampai sore. Jika pesanan membludak mereka bisa membuatnya sampai malam. Ketika ditanya mengapa beliau tidak memakai karyawan alasannya adalah karena ada anak-anaknya yang membantu. Ia tidak takut jika pesanan tidak terselesaikan.

Keuletan Ibu Agustina bisa membuahkan hasil yang tak terduga hingga sekarang. Kini usaha kering mereka sudah dikenal banyak orang. Mereka bersyukur masih ada banyak orang yang mempercayai usaha mereka. Banyak para pelanggan yang tidak mau berpindah tempat dan tetap memesan kue kering ini di tempat Ibu Agustina.

Penamaan usaha kue kering Ibu Agustina tidak memakai namanya sendiri. Tetapi nama yang digunakannya adalah nama anaknya yang pertama yaitu Nazla. Dia yakin walaupun tidak dibuat dengan namanya, dia yakin pasti usahanya akan berkembang dengan perkembangan zaman.






BAB II

URAIAN PRESTASI

2.1.Kesuksesan Dari Narasumber

Kesuksesan dalam berwirausaha juga diartikan sebagai prestasi, prestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan menguasai, mengatur lingkungan social ataufisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau mempengaruhi orang lain. Sedangkan motivasi berprestasi itu sendiri merupakan motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilanya itu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain (Kasali, 2010).

Sebenarnya usaha Ibu Agustina dapat dikatakan usaha tahunan. Tetapi jika ada yang pesan Ibu Agustina tidak sungkan untuk membuatkan kue miliknya. Mereka mempunyai periode tahunan sebanyak dua kali yaitu pada Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Natal.

Keuntungan yang didapatkan Ibu Agustina pada Hari Raya Idul Fitri sebesar Rp 10.000.000 dan begitu juga pada Hari Raya Natal. Ibu Agustina mendapat pesanan kurang lebih 130 lusin.

Kue yang di jual adalah kue nastar, putri salju, castangel, emping coklat, skypi, kompleks, dahlia, bangkit, kacang, coklat keju, choco brownie cookies, good time, cornflake cookies, sagu, strawberry cheese, dan nastar abon.

Harga penjualan dari masing-masing kue berbeda-beda. Tergantung pada bahan-bahan yang digunakan. Jika kue yang menggunakan banyak material otomatis harga yang dijual pun cukup mahal. Tetapi kue dari Ibu Agustina ini terbilang cukup terjangkau.

Dia tidak menyangka bahwa usaha kue keringnya ini sudah mencapai tingkat tinggi. Banyak keuntungan yang di dapat dari kue kering ini. Berkat kerja keras, doa, dukungan, dan usahanyalah sehingga dia bisa membuat kue kering yang enak dan banyak di minati banyak orang. Dia sangat bersyukur atas pencapaiannya ini.






BAB III

PENDEKATAN KREATIF

3.1. Strategi  Dalam Berwirausaha

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yaitu mempertahankan kelangsungan hidup untuk berkembang dan mendapatkan laba. Pemasaran juga merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk itu kegiatan pemasaran harus dapat memberikan kepuasan konsumen jika perusahaan tersebut menginginkan usahanya tetap berjalan terus atau menginginkan konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Kotler, 2010).

Pemasaran terjadi dimana- mana dan hamper setiap saat kegiatan yang dilakukan orang setiap hari adalah kegiatan yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran. Pemasaran sering diasosiasikan dengan penjualan,periklanan, dan aktivitas bisnis terkait dengan produk yang dihasilkan namun secara formal pemasaran adalah sebuah aktivitas, lembaga dan proses untukmenghasilkan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan menukarkan penawaran yang memiliki nilai ke pada pelanggan, klien, patner, dan masyarakat secara luas (Elliot, 2014­).

Beberapa strategi yang dapat dilakukan para wirausaha untuk mencapai keunggulan bersaing dalam pemasaran antara lain: Strategi Penetrasi Pasar, Strategi Peng-embangan Produk, dan Strategi Segmentasi Pasar. Strategi Penetrasi Pasar adalah usaha meningkatkan penjualan dari produk yang sama dan dalam pasar yang sekarang melalui peningkatan usaha penjualan dan periklanan. Strategi Pengembangan Pasar adalah usaha meningkatkan penjualan dengan memperkenalkan produk atau jasa yang sama kepada pasar atau segmen yang baru (Suryana, 2011).

             

3.2. Inovasi Dalam Menghadapi Covid-19

Pandemi Covid-19 ini berdampak pada semua sektor ekonomi, termasuk usaha makanan tak terkecuali kue kering. Saat ini banyak pelaku makanan yang mengeluhkan penurunan omzetyang cukup signifikan. Dalam kondisi sekarang ini pelaku  usaha di tuntut untuk kreatif dan inovatif untuk tetap mempertahankan usahanya. Pelaku usaha harus bisa menangkap peluang sekecil apapun yang hadir untuk di transformasikan menjadi ide strategi bisnis. Inovasi harus dilakukan mulai dari sisi produksi sampai dengan pemasaran.

Inovasi juga bisa dilakukan dengan menghadirkan jenis kue kering yang baru. Misalnya dengan membuat namadan bentuk kue semenarik mungkin. Sehingga para pelanggan/pembeli lebih tertarik membeli kue kering. Itu salah satu menjadi magnet/penarik untuk menarik minat masyarakat agar tetap membeli kue kering lebaran walaupun berada di tengah pandemi.

Manfaatkan media social sebagai chanel utama pemasaran. Media social merupakan salah satu cara dalam mempromosikan produk. Inoasi bisa dilakukan dengan memberikan promo atau discount jika membeli kue-kue kering yang banyak dengan cara mempromosikannya melaui facebook, instagram, dan lain-lain. Hal itu bisa dimanfaatkan utuk menarik daya beli pembeli. Meletakkan di tok-toko roti juga merupakan salah satu inovasi yang bisa dilakukan.

Walaupun pendapatan juga kurang harus tetap  melakukan penjualan. Yang harus diyakini adalah rezeki antara penjual satu dengan lainnya tiak akan tertukar. Jadi harus tetap berjualan. Patokannya adalah bagaimana eksistensi penjual di mata masyarakat. Maka dari itu penjual harus meningkatkan kualitas produk agar tetap terjaga dan terpercaya.

Lalu hal yang bisa juga dilakukan adalah jangan panik akan kadaan seperti sekarang ini sehingga membuat para penjual berhenti menjualkan kue-kue kering miliknya. Jika kepanikan terjadi bukan kue terjualkan tetpi kue-kue kita tidak laku. Maka dari itu hadapi pandemi covid-19 ini dengan tenang dan berdoa terus kepada Allah semoga pandemi ini dapat segera berakhir.






 BAB IV

PENUTUP

 

Kesimpulan

1.    Kewirausahaan berasal dari istilah entrepeneurship yang sebenarnya berasal dari kata entrepreneur yang artinya suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

2.    Nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara berikut. a Pengembangan teknologi baru (developing new technology)­ b­ Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)­ c­ Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)­ d­ Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)

3.    Beberapa strategi yang dapat dilakukan para wirausaha untuk mencapai keunggulan bersaing dalam pemasaran antara lain: Strategi Penetrasi Pasar, Strategi Pengembangan Produk, dan Strategi Segmentasi Pasar.

4.    Kesuksesan dalam berwirausaha juga diartikan sebagai prestasi, prestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan menguasai, mengatur lingkungan social ataufisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau mempengaruhi orang lain.

5.    motivasi berprestasi itu sendiri merupakan motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilanya itu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain

Saran

Sebaiknya mahasiswa lebih detail lagi dalam mewawancarai narasumber. Mahasiswa juga harus mewawancarai ketika narasumber tidak sibuk dan sebaiknya mahasiswa menjaga tutur kata agar tidak menyakiti hati narasumber.

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Ananda, Rusydi dan Tien Rafida. 2016. Pengantar Kewirausahaan. Medan : Perdana Mulya

Aprilianty, Eka. 2012. Pengaruh Kepribadian Wirausaha. Jurnal Pendidikan. 2 (3) : 311-324

Eliot, Greg. 2014. Marketing 3rd Edition. Australia: Jhon Wiley & son.

Kambali, Imam. 2011. Kewirausahaan. Bandung : Politeknik Pos Indonesia

Kasali, Rhenald. 2010. Modul Kewirausahaan. PT. MizanPublika.

Kotler, Philip. 2010. Marketing 3.0: From Products to Custumer to the Human Spirit. John Willey & Son.

Rusdiana, A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktik.. Bandung : Pustaka Setia

Suryana, dan Bayu. 2011. PendekatanKarakteristikWirausahawamSukses. Jakarta: kencana






LAMPIRAN

 1. Kue Castangel 

 

           

2. Kue Bangkit


3. Kue Strawberry Cheese


4. Kue Nastar Abon


5. Kue Nastar


                                                                      

     


PAPER EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                                                     Medan,     Mei     2021 ...